3 Alasan DANA Duduki Peringkat Pertama Chart Breakout Downloads

DANA Zakat Digital

thePONSEL.com – Berdasarkan laporan data.ai (sebelumnya App Annie), DANA menempati peringkat pertama dalam chart Breakout Downloads 2021 untuk Aplikasi Keuangan di Indonesia.

Bahkan, pada peringkat global Aplikasi Keuangan, DANA sukses menjadi aplikasi keuangan dengan laju pertumbuhan unduhan tercepat kedua di tahun 2021 jika dibandingkan dengan tahun 2020.

Platform terbuka dengan kemudahan berintegrasi

Dompet digital ini menyatukan ekosistem ekonomi digital dengan menciptakan platform terbuka yang terintegrasi.

Lewat cara ini, DANA mengubah proses integrasi yang lebih dinamis dan mampu diandalkan untuk semua mitra di berbagai skala.

Salah satu kemudahan ekosistem terbuka ini dapat dilihat dengan bergabungnya lebih dari 500 ribu UMKM sebagai mitra DANA Bisnis dan 5 ribu online merchants.

Selain proses pendaftaran yang mudah, ekosistem terbuka juga memberikan keleluasaan bagi para pelaku usaha untuk memanfaatkan akses promosi digitalnya secara mandiri sesuai target dan kebutuhannya.

Ekosistem terbuka juga memungkinkan DANA dan mitra untuk berkembang secara beriringan.

DANA tidak lupa mendorong institusi finansial untuk mengintegrasikan dan menggerakkan layanan keuangan yang dimilikinya ke sistem ekonomi digital yang baru.

Saat ini, DANA sudah terhubung langsung dengan bank-bank BUKU IV dan terkoneksi secara langsung dan tidak langsung dengan semua bank di Indonesia melalui Acquiring Bank dan Switching.

Perkuat sistem keamanan untuk transaksi yang nyaman

Berpijak pada salah satu prinsipnya yaitu membangun kepercayaan pengguna dengan sistem keamanan berlapis,

DANA membuktikan komitmennya dengan senantiasa memperbarui sistem keamanan yang dimiliki.

Hasilnya, Security Score Card yang digunakan untuk mengukur postur keamanan domain dari penilai independen, menyatakan bahwa DANA saat ini telah mencapai peringkat teratas dengan nilai A.

Postur keamanan domain diukur dari 10 komponen keamanan dan skor DANA saat ini berada di atas rata-rata industri global.

Mendukung sistem keamanan yang kian aman, dompet digital ini juga membekali aplikasinya dengan teknologi Risk Engine yang menggunakan data perangkat hingga karakteristik transaksi pengguna untuk memitigasi risiko.

Untuk pengguna, dompet digital ini juga menerapkan kebijakan zero data sharing, penggunaan teknologi keamanan mulai dari PIN hingga teknologi verifikasi wajah yang dikembangkan sendiri yaitu DANA VIZ (Visual Identity Authorization), dan mengimplementasikan standar ISO dan PCI-DSS secara berkala.

Baca:   3 Bank Syariah Himbara Merger Jadi Bank Syariah Indonesia

Tidak ketinggalan, DANA Protection yang akan menjamin pengembalian uang pengguna apabila terjadi kegagalan dalam transaksi.

Solusi layanan keuangan berbasis gaya hidup

Berbekal pemahaman yang mendalam akan karakteristik penggunanya, DANA terus berevolusi menyesuaikan karakteristik pengguna yang unik dengan kebutuhan yang makin kompleks serta senantiasa berubah mengikuti perkembangan zaman.

Perubahan ini dilakukan dari skala kecil hingga besar, seperti pembaruan tampilan pengguna (User Interface/UI) dan pengalaman pengguna (User Experience/UX) hingga menciptakan fitur dan mengintegrasikan mitra baru yang relevan dengan gaya hidup masyarakat 4.0.

“Dengan memanfaatkan kekuatan kecerdasan data real-time, DANA mampu memahami perilaku konsumen dan merancang layanan yang dapat memberikan transaksi secara cepat dan sederhana, serta pengelolaan keuangan bagi konsumen yang melek seluler. Pertumbuhan eksponensial pada tahun 2021 merupakan bukti dari upaya pertumbuhan mereka dan contoh yang baik bagi pengembang aplikasi keuangan untuk mengadopsi strategi aplikasi yang holistik,” kata Cindy Deng, Managing Partner, Corporate & Business Development, and Industry Solutions, data.ai.

Setelah lekat sebagai platform pembayaran nontunai, DANA tengah bersiap untuk memperluas kapabilitas yang dimiliki untuk menyediakan layanan keuangan digital yang lebih menyeluruh diantaranya termasuk berfokus pada layanan investasi, asuransi, dan pinjaman.

Hal ini dimaksudkan untuk mengembalikan visinya yaitu mempercepat literasi dan inklusi keuangan digital lewat teknologi yang inklusif.

“Pembayaran nontunai adalah langkah awal DANA dalam membuka banyak kesempatan baru untuk mencapai literasi dan inklusi keuangan digital yang inklusif. Berbagai inisiatif baru yang kami hadirkan di tahun 2022 dan seterusnya diharapkan dapat ikut berkontribusi dalam memenuhi target indeks inklusi keuangan Indonesia di tahun 2024 mendatang,” tutup Vince.

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments