thePONSEL.comthePONSEL.com
  • Home
  • News
    • Event
    • Operator
    • Preview
    • Vendor
  • Gadget
  • Game & Apps
  • Review
  • Rekomendasi
  • Tips & Trik
  • Lifestyle
    • Autos
    • Fintech
Search
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
@Copyright 2024 | theponsel.com
Reading: Unreal Engine dari Epic Games Jadi Standar Baru Produksi Film
Share
Aa
thePONSEL.comthePONSEL.com
Aa
  • Home
  • News
  • Gadget
  • Game & Apps
  • Review
  • Rekomendasi
  • Tips & Trik
  • Lifestyle
Search
  • Home
  • News
    • Event
    • Operator
    • Preview
    • Vendor
  • Gadget
  • Game & Apps
  • Review
  • Rekomendasi
  • Tips & Trik
  • Lifestyle
    • Autos
    • Fintech
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
@Copyright 2024 | theponsel.com
thePONSEL.com > thePONSEL.com | Review, Harga, Spesifikasi, Gadget, dan, HP > News > Unreal Engine dari Epic Games Jadi Standar Baru Produksi Film
News

Unreal Engine dari Epic Games Jadi Standar Baru Produksi Film

thePONSEL.com
thePONSEL.com Published December 16, 2020
Share
7 Min Read
Epic Games

thePONSEL.com – Pandemi Covid-19 telah menghentikan kegiatan produksi film dan membuat bioskop-bioskor ditutup. Akibatnya, para produsen film Indonesia mengalami kehilangan pendapatan hingga ratusan miliar rupiah.

Meskipun produksi film sudah berlanjut kembali dan suksesnya penyelenggaraan festival film paling bergengsi FFI 2020 dianggap sebagai tonggak kebangkitan, industri film diyakini masih bakal merasakan dampak pandemi hingga tahun 2021 dan sesudahnya.

Menariknya, pandemi dan praktik pembatasan sosial, telah mendorong para produser dan pembuat film untuk semakin kreatif dalam storytelling mereka.

Terlepas dari pembatasan sosial di sana-sini, sudah banyak contoh bagaimana produksi film dilakukan secara remote, yang menunjukkan bahwa industri perfilman sungguh-sungguh menunjukkan tekad mereka untuk terus berkarya.

Hal ini membuka jalan bagi masa depan industri ini dan produksi film yang dilakukan secara virtual dan remote telah menjadi bagian dari proses pembuatan film.

Pembuatan film masih tidak efisien

Teknologi pembuatan film telah berkembang maju selama lebih dari 40 tahun terakhir. Hanya dengan menonton salah satu film Sci-Fi tahun 80-an saja kita akan segera mengetahui bahwa evolusi teknologi perfilman sangat pesat.

Animasi dan efek khusus tampak semakin realistik, sehingga sesuatu yang pada dua dekade lalu mustahil, kini menjadi mungkin.

Indonesia juga tidaklah baru dalam hal teknologi pembuatan film, sebab ada sejumlah animator Indonesia yang tergabung dalam tim dibalik pemmbuatan film-film box office seperti Transformers, Iron Man, The Adventure of Tintin, Ant Man, dan lainnya.

Akan tetapi, proses produksi film masih tetap diterpa isu inefisiensi dan biaya tinggi, serta belum ada solusi yang betul-betul menjawab persoalan itu.

Baca juga:   Lewat Program Tukar Tambah, POCO M3 Pro 5G Dibanderol Hanya Rp 299.000

Dalam fase pra-produksi contohnya, perencanaan dan visualisasi adegan yang kompleks biasanya membutuhkan waktu yang lama, terutama bila diperlukan keselarasan antara visi kreatif dan realitas teknis.

Juga butuh waktu berbulan-bulan untuk membuat movie set. Gangguan cuaca serta kondisi cahaya yang tidak mendukung sering kali membuat jadwal syuting menjadi berantakan. Bahkan setelah syuting selesai, fase pascaproduksi bisa memakan waktu satu tahun atau lebih.

Pada masa pasca pandemi ini, produser film dengan budget terbatas tak mungkin membiarkan inefisiensi terus terjadi. Produksi secara virtual dan (yang mengejutkan) pemanfaatan teknologi video game real time barangkali menjadi solusinya.

Menata Ulang Pembuatan Film

Produksi film secara virtual, yang ditenagai oleh teknologi video game, akan menjadi pendobrak cara kita membuat konten di masa depan, mulai dari produksi DIY digital hingga blockbuster di masa depan.

Dengan kemampuannya menghemat waktu dan ongkos produksi, produksi film secara virtual dapat menjadi penyelamat banyak perusahaan pembuat film. Contohnya, dengan menggunakan teknologi game seperti Unreal Engine, pembuat film bisa membangun environment digital yang dapat meniru frame render final.

Teknologi ini membuat seluruh tim produksi memiliki visi produk final yang sama. Perubahan apapun bisa digabungkan kembali secara berulang-ulang dan kolaboratif, yang pada dasarnya telah mengubah pipeline pembuatan film tradisional yang kaku menjadi proses pararel yang mempersingkat waktu produksi secara keseluruhan.

Keputusan kreatif tentang pengambilan gambar dan sequence bisa diambil lebih awal dan tak perlu menunggu sampai fase pascaproduksi.

Manfaat penting lainnya dalam menggunakan game engine adalah teknologinya real-time, sehingga akan memberikan keuntungan luar biasa dalam produksi virtual.

Baca juga:   Kelebihan dan Harga Produk Audio Open Ear Soundcore P40i Terbaru

Ketika diterapkan pada pembuatan film, rendering langsung akan mengurangi unsur ketidakpastian dalam proses pra-produksi tradisional dan produksi efek visual yang terkotak-kotak, karena digantikan dengan pengerjaan imagery yang semakin mendekati hasil editing terakhir (final cut). 

Siklus pasca-produksi yang lebih panjang biasanya terjadi dalam pembuatan film yang sarat dengan efek visual. Akibatnya, pembuat film sering kali kesulitan untuk membuat visualisasi hasil akhir yang akan tampil di layar ketika mereka juga harus mengarahkan adegan di setting live-action.

Dengan efek visual di dalam kamera yang direkam dari LED, frame akhir dapat di-preview melalui lensa kamera, dan tim kreatif dapat memanipulasi pencahayaan, environment virtual, dan efek secara kolaboratif di lokasi syuting.

Proses yang lebih intuitif ini juga membuat kru dapat melakukan penyesuaian selama pengambilan gambar, sehingga tak perlu melakukan kompromi dalam proses editing terakhir setelah pengambilan gambar selesai.

Mendorong Batas dengan Photorealism

Akankah sense realisme dan antusiasme hilang dalam produksi virtual? Justru sebaliknya, dengan mengganti green screen dengan scene projection, para aktor akan mendapatkan sense yang lebih baik mengenai environment tempat mereka berakting dan visi dari kru produksi.

Faktanya, dengan rendering secara real-time, background dapat diadaptasi menurut perspektif kamera, sehingga seluruh adegan jadi lebih interaktif. Sifat real time dari LED akan memungkinkan pergerakan objek dalam sebuah adegan, seperti posisi matahari atau sumber pencahayaan lain, atau pepohonan yang bergerak tertiup angin.

Baca juga:   Tencent Luncurkan Hunyuan, Large Foundation Model dengan Paten Sendiri

Potongan-potongan fisik di latar depan (foreground) dapat digabungkan secara mulus dengan environment dan objek digital, sehingga meningkatkan kesan realisme.

Secara keseluruhan, kemampuan untuk melihat hasil pengambilan gambar yang sudah mendekati final akan membantu memastikan kontinuitas, fluiditas, dan pasif atau aktifnya para aktor dari setiap adegan.

Hal ini berpotensi mengurangi pengambilan gambar yang tak perlu selama berhari-hari dan pascaproduksi yang menghabiskan waktu berbulan-bulan.

Evolusi Alami dalam Industri Hiburan

Produksi virtual bukanlah hal baru. Serial Game of Thrones yang memenangkan sejumlah penghargaan memanfaatkan berbagai teknik produksi virtual untuk melampaui ekspektasi penonton.

Pada awalnya, produksi virtual digunakan dalam pra-visualisasi (previsualisation) untuk memastikan keselarasan antara visi kreatif dan teknis di seluruh departemen.

Saat storyline (jalan cerita) semakin kompleks, sebuah scouting toolset virtual —yang ditenagai oleh Unreal Engine dari Epic Games —juga dipakai untuk membangun setting yang elaborative dan berimajinasi tinggi.

Di The Mandalorian Season 1, Unreal Engine dari Epic Games juga digunakan untuk memproyeksikan virtual environment yang kelihatan sangat nyata ke layar LED yang besar, sehingga para aktor dan kru seperti tenggelam dalam semesta Star Wars.

Hal ini memberi sutradara visibilitas penuh dan kontrol kreatif atas sequence yang ditingkatkan secara digital saat pengambilan gambar di lokasi syuting.

Produksi virtual memungkinkan berbagai departemen film bekerja secara lebih erat dan real-time, untuk mewujudkan produk final yang hemat waktu dan biaya.

Pada saat industri bergulat dengan dampak pandemi global, produksi virtual mungkin merupakan evolusi yang alami bagi industri hiburan.

0 0 votes
Article Rating
TAGGED: Epic Games, Virtual Reality
thePONSEL.com December 16, 2020
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
By thePONSEL.com
Follow:
thePONSEL.com merupakan portal informasi yang membahas seputar gadget, smartphone, laptop, kamera, aplikasi, game serta lifestyle. Silakan kontak kami di theponsel@gmail.com
Previous Article Huawei RuralStar Huawei RuralStar, Solusi Inovatif Untuk Wilayah Terpencil Indonesia
Next Article Amazon Prime Video Gratis IM3 Ooredoo Tawarkan Gratis Langganan Amazon Prime Video Selama 30 Hari
Leave a comment Leave a comment
Subscribe
Notify of
guest

guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Lates News

Indosat HiFi Air

Indosat HiFi Air Jadi Solusi Internet Praktis untuk Ramadan dan Mudik, Bisa Dibawa ke Mana Saja

February 27, 2026 / Event, FWA, Harga, Indosat, Indosat HiFi Air, Internet Rumah, News, Paket Data
Pre-order Samsung Galaxy S26 Series

Resmi Dibuka! Pre-Order Galaxy S26 Series di Blibli Dapat Bonus Rp7,5 Juta

February 26, 2026 / Galaxy S26, Galaxy S26 Series, Galaxy S26 Ultra, Galaxy S26+, Harga, News, Pre Order, Samsung, Spesifikasi
Xiaomi dan Leica di Xiaomi 17 Series

Xiaomi dan Leica Bawa Standar Mobile Photography ke Level Baru Lewat Xiaomi 17 Series

February 25, 2026 / Bocoran Spesifikasi, Leica, News, Tanggal Rilis, Xiaomi, Xiaomi 17, Xiaomi 17 Ultra
Telkomsel Siaga RAFI 2026

Telkomsel Siaga 2026 Hadir 24/7! Jaringan 5G Makin Ngebut, Mudik & Ramadan Jadi Lebih Tenang

February 25, 2026 / Event, Lebaran, Mudik, News, RAFI, Ramadan, Telkomsel, Telkomsel Siaga
Indosat Sahabat-AI

Indosat dan Komdigi Resmi Luncurkan Sahabat-AI, Platform AI “Paling Indonesia”

February 25, 2026 / AI, Indosat, Komdigi, News, Sahabat-AI, UMKM
  • 1
  • 2
  • 3
  • …
  • 1,827
  • ›
Loading...

Anda Mungkin Tertarik

Indosat HiFi Air
EventNews

Indosat HiFi Air Jadi Solusi Internet Praktis untuk Ramadan dan Mudik, Bisa Dibawa ke Mana Saja

February 27, 2026
Pre-order Samsung Galaxy S26 Series
News

Resmi Dibuka! Pre-Order Galaxy S26 Series di Blibli Dapat Bonus Rp7,5 Juta

February 26, 2026
Xiaomi dan Leica di Xiaomi 17 Series
News

Xiaomi dan Leica Bawa Standar Mobile Photography ke Level Baru Lewat Xiaomi 17 Series

February 25, 2026
Telkomsel Siaga RAFI 2026
EventNews

Telkomsel Siaga 2026 Hadir 24/7! Jaringan 5G Makin Ngebut, Mudik & Ramadan Jadi Lebih Tenang

February 25, 2026
Show More
thePONSEL.comthePONSEL.com
Follow US

@Copyright 2026 | theponsel.com

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber

Add thePONSEL.com to your Homescreen!

Add

Removed from reading list

Undo
wpDiscuz
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?