3 Panduan Memulai Karier Bagi Profesional Muda Indonesia, Dijamin Tokcer!

Panduan Memulai Karir

thePONSEL.comLinkedIn meluncurkan Career Starters Guide atau Panduan Memulai Karier untuk Profesional Muda Indonesia, yang berisikan kiat-kiat untuk menavigasi karier, membangun personal branding, hingga memperluas koneksi.

Hal ini dilatarbelakangi oleh temuan data terbaru yang menunjukan bahwa Gen-Z di Indonesia 16% lebih mudah berjejaring dengan profesional lain dibandingkan dengan generasi lainnya.

Para lulusan baru ini akan memasuki pasar tenaga kerja dengan pekerjaan dan skill yang dapat berubah dengan sangat cepat.

Berikut ini beberapa poin penting dari panduan memulai karier yang diluncurkan oleh LinkedIn.

1. Bangun branding profesional Anda

Baik seorang eksekutif, profesional korporasi, pekerja lepas, maupun konten kreator, Anda dapat mulai membangun branding profesional dengan membuat konten dan berbagi pengalaman Anda di LinkedIn.

Serla Rusli, LinkedIn Career Expert, mengatakan, “Di lingkungan bisnis yang dinamis dan berkembang pesat saat ini, rasanya para pencari kerja perlu menunjukan skill dan pengalamannya dengan jelas untuk memposisikan diri secara kuat dan unik di hadapan calon perekrut.”

Sementara itu, Tri Ahmad Irfan, yang merupakan bagian dari Gen Z Top Voices LinkedIn Asia Tenggara dan salah satu pendiri startup lokal Indonesia, Lumina, sepakat bahwa kita perlu untuk aktif berjejaring.

Tri mengatakan, “Aktif berjejaring online sembari menampilkan branding sangatlah penting untuk menunjukan kredibilitas dan pengalaman kita kepada koneksi kita di LinkedIn, yang juga dapat meningkatkan kepercayaan seseorang akan latar belakang kita.”

  • Pertama, Anda dapat memperbarui Foto Profil (atau video): Foto profil tentunya berperan penting untuk membuat diri Anda dikenal. Sebagai alternatif, aktifkan mode Creator untuk menambahkan Cover Story, yang merupakan cara efektif untuk berbagi lebih banyak tentang diri, tujuan karier, dan soft skill Anda secara autentik.
  • Update Summary Anda: Bagian summary merupakan tempat yang tepat untuk merangkum riwayat profesional Anda dan target karier apa yang Anda cari. Pertimbangkan untuk memasukkan skill dan kata kunci relevan pada deskripsi pekerjaan yang menurut Anda menarik, sehingga meningkatkan visibilitas Anda dalam pencarian perekrut.
  • Kemudian, pikirkan faktor “Why”: Profesional yang membangun audiens kuat melalui konten harus memiliki tujuan dan segmen yang jelas. Misalnya sebagai pengusaha sukses, Anda dapat memberikan kiat-kiat membangun usaha, atau sebagai pekerja profesional, memberikan panduan kepada mahasiswa mengenai memulai karier. Memiliki tujuan membuat pembicaraan lebih jelas dan membantu menemukan suara yang autentik, unik, dan konsisten.
  • Interaktif: Pertahankan engagement dalam audiens Anda melalui percakapan interaktif, dan bukan sekadar menyiarkan informasi. Bangun audiens Anda untuk saling berinteraksi dan berbagi perspektif melalui komentar di postingan Anda.
  • Konsisten: Ketika kita berbicara dengan para profesional yang telah berhasil membangun audiens, mereka akan berbagi pengalaman bahwa konsistensi lebih penting daripada konten yang sempurna.
  • Fokus pada aksesibilitas dan discoverability: Menambahkan hashtag yang relevan dapat meningkatkan potensi konten-konten Anda ditemukan secara luas. Hashtag juga berperan sebagai kata kunci untuk memberi kejelasan tentang jenis artikel yang Anda tulis.
Baca juga:   Facebook di Ponsel Lokal Gak Jalan? Ini Solusinya….!

2. Utamakan networking

Jejaring yang telah Anda bangun sangat penting untuk mengembangkan karier Anda, mengingat para profesional di LinkedIn 4x lebih mungkin mendapatkan pekerjaan lewat network mereka.

Sebagai contoh, Tri Ahmad telah sukses memgembangkan karier profesionalnya dengan mengutamakan networking.

Tri mengatakan, “Saat kuliah, saya tidak mengenal banyak orang di industri ini karena saya berasal dari daerah pedesaan yang jauh. Ketika saya sedang mencari pengalaman magang pertama, saya menghubungi banyak pendiri startup dan para engineer senior. Saya terkejut karena sebagian besar dari mereka menjawab dan mengundang saya untuk wawancara di perusahaan mereka. Kini, saya ingin berkontribusi kembali kepada masyarakat luas dengan berbagi cerita dan pengalaman. Berkat algoritma penemuan LinkedIn, unggahan saya sampai ke target audiens saya. Banyak juga yang berterima kasih kepada saya secara pribadi karena mereka menemukan penerapan praktis pada konten saya, sehingga memotivasi saya untuk berbagi lebih banyak lagi.”

Berikut adalah enam hal yang dapat Anda lakukan untuk membangun network yang kuat di LinkedIn:

  • Terhubung dengan orang-orang yang Anda kenal, termasuk teman, keluarga, kolega, dan orang-orang yang Anda kenal di luar dunia kerja. Namun, network di LinkedIn bukanlah sekadar banyaknya angka followers atau koneksi; semua koneksi Anda perlu memberikan nilai tambah pada network Anda dan sebaliknya.
  • Jaga network Anda, yang berarti Anda perlu menawarkan bantuan dan dukungan kepada orang lain, menciptakan percakapan, dan selalu mengikuti perkembangan terkini dalam industri.
  • Berbagi pengalaman dan opini, mulai dari berbagi postingan rekan di network sambil menyertakan kesimpulan yang Anda buat hingga meminta network Anda memberi pendapat mereka. Anda juga bisa membuat polling untuk mendapatkan insights, mengajak network Anda melihat di balik layar industri melalui fitur LinkedIn Live, serta masih banyak lainnya.
  • Mem-follow orang-orang inspiratif. Jika Anda mencari pengetahuan untuk mengatasi tantangan profesional yang sulit hingga kiat untuk mengembangkan karier Anda, maka Anda dapat mulai mengikuti para pemimpin di seluruh dunia untuk mempelajari cerita dan pengalaman mereka.
  • Mem-follow perusahan-perusahaan di LinkedIn untuk mempelajari lebih lanjut tentang peluang kerja yang tersedia dan budaya perusahaan terkait.
  • Bergabung dengan grup profesional: Hal ini membantu Anda memanfaatkan jejaring profesional di industri yang sama atau berbagi minat yang sama, bertukar wawasan, serta membangun koneksi yang bernilai tambah.
Baca juga:   4 Cara Mengembangkan Bisnis Online Lewat Fitur Telegram

3. Kembangkan dan tunjukkan skill Anda

Di LinkedIn, sudah mulai melihat tren AI melalui naiknya permintaan pekerja yang memahami skill AI.

Secara global, LinkedIn juga melihat semakin banyak perusahaan mencari talent yang mengerti cara menggunakan produk-produk berbasis AI, seperti yang tampak pada sejumlah lowongan pekerjaan di LinkedIn yang menyebut penggunaan GPT atau ChatGPT, naik sebesar 21 kali lipat sejak November 2022.

Di Indonesia, skill yang diperlukan untuk suatu pekerjaan tertentu telah berubah rata-rata sebesar 21% sejak tahun 2015.

Dengan perubahan seperti ini, skill dapat berubah hampir 40% pada tahun 2025.

Artinya, kita mungkin akan melihat 3 skill baru sebagai skill teratas untuk suatu pekerjaan di Indonesia.

Saat ini, data LinkedIn menunjukkan kesenjangan skill terbesar di Tanah Air terdapat pada kompetensi Data Science, Web Development, dan Desain Grafis.

Berbicara sentimen profesional terhadap AI, hasil survey LinkedIn mengungkap 9 dari 10 Gen Z di Tanah Air mengaku merasa percaya diri saat mendiskusikan AI dan dampaknya terhadap pekerjaan mereka.

Namun, seiring meluasnya otomatisasi pekerjaan oleh AI, maka soft skills pun semakin penting.

Sejak September 2021, kami telah melihat peningkatan sebesar 1,6 kali lipat dalam jumlah waktu yang dihabiskan para profesional Tanah Air di LinkedIn Learning.

Baca juga:   5 Tips Memilih Gadget yang Aman dan Tepat untuk Keluarga

Selain itu, skill yang harus dikuasai oleh para profesional di Indonesia menurut panduan memulai karier meliputi: Speaking Confidently and Effectively, Learning Data Analytics: Foundations, dan Strategic Thinking.

Serla menambahkan, “Soft skill akan menjadi kunci dalam dunia kerja di masa depan, terutama jika dipadukan dengan skill AI. Oleh karena itu, para profesional muda yang sedang memulai karier mereka tidak boleh meremehkan pentingnya menunjukkan soft skill seperti kerja sama tim, pemecahan masalah, dan pemikiran kreatif atau strategis kepada perekrut, seraya berupaya meningkatkan karier mereka.”

Berikut beberapa cara untuk mengembangkan dan menunjukkan skill Anda di LinkedIn:

  • Pantau pertumbuhan Anda, dan temukan skill yang relevan untuk dikembangkan: LinkedIn Learning adalah platform pengembangan skill yang cerdas dengan berbagai rekomendasi pembelajaran yang dipersonalisasi. Fitur ini merupakan perpustakaan yang berisi lebih dari 21.000 kursus dengan sekitar 60 kursus baru yang ditambahkan setiap minggunya, guna memberdayakan para profesional dalam mengembangkan skill yang tepat untuk memajukan karier mereka. LinkedIn Learning Pathfinder dapat membantu Anda mengidentifikasi dan membangun skill berdasarkan ambisi karier Anda.
  • Tunjukkan skill yang tepat: Mulailah dengan 5 skill paling relevan untuk pekerjaan yang Anda inginkan, serta pikirkan secara luas tentang skill yang mungkin Anda peroleh. Permudah perekrut untuk memahami skill Anda dengan membuatnya selaras terhadap pekerjaan yang Anda inginkan.
  • Tunjukkan bagaimana Anda menggunakan skill Anda: Semakin banyak perekrut yang ingin tahu bagaimana dan di mana Anda menggunakan skill Anda. Tambahkan daftar skills ke bagian riwayat karier agar calon perekrut melihat nilai kontribusi yang dapat Anda berikan kepada organisasi mereka. Skill yang terdaftar kemudian akan muncul secara otomatis pada lowongan pekerjaan yang relevan ketika perekrut sedang mencari skills.

“Saya dengan senang hati mendorong para profesional untuk senantiasa berkembang dan berproses. Dalam iklim bisnis yang saat ini, sangat penting bagi kita untuk melakukan proses iterasi, eksperimen, dan terus meningkatkan skill kita. Bangun brand Anda dan kembangkan network sejak dini, karena hal ini merupakan investasi yang menguntungkan seiring berjalannya waktu,” kata Serla.

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments